Allah Menyatakan Keselamatan – Yesaya 42 : 1 – 9

Allah Menyatakan Keselamatan

(Yesaya 42 : 1 – 9)

Keselamatan lahir dari inisiatif Ilahi, bukan dari kesadaran manusia. Disini inisiatif ilahi memiliki arti, Allah yang memulai dan Allah juga yang mengambil langkah pertama dalam bertindak. Oleh karena itu dapat kita pahami dan kita simpulkan, keselamatan merupakan keputusan Allah yang berdaulat, penuh kasih, dan keselamatan menjadi bagian dari anugerah di dalam kehidupan. Tanpa keselamatan hidup kehilangan arah kekal.

Manusia bisa saja bekerja keras, membangun reputasi serta menikmati kenyamanan. Namun perlu kita sadari tanpa keselamatan hidup berhenti di dunia, terlepas dari maksud dan tujuan Allah. Tanpa keselamatan manusia bisa cerdas tetapi tidak mengenal kebenaran, bisa beragama tetapi tidak mengenal Allah, bisa berbicara tentang Tuhan tetapi tidak berjalan bersamaNya. Demikian kondisi dari kehidupan manusia, mengalami kebutaan rohani, buta rohani bukan berarti tidak punya mata melainkan ia tidak melihat makna dan kebenaran sejatinya.

Banyak orang hidup tanpa jeruji besi, bebas bergerak, berpendidikan dan aktif namun tetap tidak merdeka. Manusia bebas secara lahiriah, tetapi terpenjara secara batin. Penjara terdalam manusia bukan tembok melainkan hati yang terikat, dan terbelenggu oleh rasa bersalah masa lalu, ketakutan, luka dan dosa yang disembunyikan. Penjara ini tidak terlihat tetapi dampaknya nyata, hati gelisah, relasi rusak dan hiduppun kehilangan Arah. Yesaya 42 mengingatkan kita bahwa Allah melihat penjara yang tidak dilihat manusia, oleh karena itu Ia mengutus Hambanya. Tujuannya bukan hanya untuk membebaskan orang dari keadaan yang sulit, tetapi tujuannya datang untuk membuka mata yang buta dan melepaskan hati yang terikat.

Dalam Yesaya 42 Allah menyatakan keselamatan dengan cara yang tidak dunia duga. Allah menyatakan keselamatan yang penuh kelembutan dengan mengutus HambaNya. Dimana sang Hamba tidak mematahkan buluh yang terkulai, dan tidak memadamkan sumbu yang hampir padam. Ia datang juga tidak untuk menghakimi melainkan kedatangannya untuk memulihkan mereka. Berbeda dengan dunia, dunia selalu menduga keselamatan datang lewat kekuatan, lewat suara yang paling keras serta tangan yang paling berkuasa.

Keselamatan Allah tidak selalu spektakuler, tetapi Ia selalu tepat sasaran dan tahu apa yang paling dibutuhkan manusia. Allah juga menjangkau hati yang remuk, memberi terang ditengah kegelapan dan memberikan harapan di tengah ketidak berdayaan. Marilah kita membuka hati, untuk menerima kelembutan Allah yang menyelamatkan. Alkitab menunjukkan kebenaran, bahwa keselamatan Allah tidak setengah-setengah. Apa yang Allah mulai, Ia tuntaskan dengan setia. Meski tampak lambat menurut waktu manusia, keselamatan Allah tidak pernah gagal menurut kehendakNya. Karena didalam tangan Allah keselamatan bukan proses yang ragu-ragu melainkan ini bagian dari karya yang pasti. Amin.