Hidup berbahagia di dalam Tuhan – Matius 5 : 1-12

Hidup berbahagia di dalam Tuhan

Matius 5 : 1-12

Dunia modern kebahagiaan diukur dari Upgrade hidup, seperti naik level (jabatan, gaji dan status), naik pengaruh (like, views dan Followers).  Semakin sering kita mengupgrade hidup maka semakin cepat rasa bahagia itu ada. Namun perlu dipahami lagi kebahagiaan dunia bersifat adiktif namun tidak memuaskan. Apa artinya adiktif ? artinya adalah memberi rasa senang sesaat. Bahagia dunia tidak pernah berkata cukup, selalu menuntut dosis yang lebih besar. Kebahagiaan dunia tidak menyentuh makna hidup, kebahagiaan dunia bisa membuat tersenyum tetapi tidak dapat memberi damai.

Pola kebahagiaan dunia, dapat sesuatu bahagia, kebahagiaan hilang lalu kejar lagi. Akhirnya hidupnya sibuk dan lelah. Hal ini terjadi karena manusia kecanduan kebahagiaan palsu. Dalam nats hari ini Yesus membuka pengajaranNya dengan ucapan bahagia. Yesus tahu manusia pasti mengejar kebahagiaan. Namun Yesus tidak langsung memberikan perintah, melainkan mengoreksi apa sebenarnya tujuan hidup manusia.

Ucapan bahagia bukanlah perintah, melainkan ini pernyataan. Nats ini juga bukan wujud untuk menekan. Disini Yesus hendak membongkar standar dunia sejak awal. Mengapa demikian sebab masih banyak orang yang memakai kacamata dunia. Disinilah Yesus mulai berkarya dalam membalikkan logika dunia, serta meruntuhkan ilusi kebahagiaan palsu. Yesus mau orang-orang selalu mengikutiNya dengan arah yang benar.

Dalam nats ini ucapan bahagia berfungsi seperti kompas dan arah hidup.  Kebahagiaan yang ditawarkan Yesus merupakan kebahagiaan sejati, kebahagiaan ini selalu ada meskipun hidup tidak nyaman .Ucapan bahagia yang disampaikan Yesus bukan daftar administrasi syarat untuk masuk sorga, dan bukan juga resep untuk sukses di dunia. Kebahagiaan yang bersumber dari kerajaan Allah bukti potret hidup seseorang yang sudah hidup dibawah pemerintahan Allah.

Mari berhenti mengandalkan diri, mari berhenti untuk mengakui keterbatasan. Bahagia bukan ketika hidup kuat, melainkan kita bahagia ketika Tuhan menjadi sandaran hidupku. Kekuatan manusia terbatas dan rapuh. Matius 5 membuka ucapan bahagia dengan dasar supaya manusia sadar bahwasannya hidup tidak cukup tanpa Tuhan. Kita yang hidup di dunia inipun kita ikut dipanggil untuk selalu kuat dan selalu bersandar kepadaNya. Amin