Memperkenalkan Perbuatan Tuhan
Mazmur 105 : 1 – 6
Ada peribahasa yang mengatakan “Tak Kenal Maka Tak Sayang”, ini adalah istilah yang sangat sering sekali digunakan pada percakapan sehari-hari, untuk menyatakan apabila kita tidak mengenal seseorang maka kita tidak memiliki perhatian kepada orang tersebut. Peribahasa ini sudah lama hidup disekitar kita, agar peribahasa ini tetap hidup, peribahasanya perlu terus digunakan dalam perbincangan sehari-hari. Dizaman modern yang serba instan ini, ungkapan itu benar, bukan ungkapan sekedar basa-basi atau klise. Mengenal itu sangat penting, terlebih mengenal perbuatan Tuhan, kita tidak sekedar tahu cerita lagi, melainkan pengenalan kita sudah berhasil menumbuhkan iman kita, supaya bertumbuh dan bertahan.
Banyak orang tahu tentang Tuhan, tetapi ia tidak mengenal perbuatannya dalam hidup. Iman yang kuat lahir dari pengenalan akan karya Tuhan. Orang yang cepat bersungut-sugut, orang yang lupa perbuatan Tuhan maka dengan mudah dia berkata: Tuhan ke mana? Sedangkan Orang yang selalu mengingat Perbuatan Tuhan berkata : Tuhan pernah menolong, ia tidak berubah. Israel sering jatuh karena melupakan karya Tuhan. Daud bisa kuat dan menang menghadapi goliat karena ia ingat Tuhan yang pernah menyelamatkannya.
Mari kenal karakter Tuhan dari perbuatannya, melalui perbuatan Tuhan Dia menyatakan diriNya. Tuhan kita adalah Tuhan yang setia, Dia penuh kasih, peduli dan sabar. Tanpa mengenal perbuatanNya, kita mudah salah dalam mengenal Tuhan, mengira seakan-akan Tuhan jauh, keras dan tidak peduli. KaryaNya yang besar membuka hati kita untuk lebih mengenalNya. Sebab dengan mengenalnya kita memiliki dasar pengharapan untuk masa depan.
Banyak orang percaya Tuhan, tetapi hidup seolah Tuhan tidak pernah berbuat apa-apa. Mudah panik saat masalah datang, cepat mengeluh saat doa belum dijawab, Iman ada, tapi ingatan rohani lemah. Masalah utamanya bukan kita kurang iman, tetapi iman yang lupa sejarah karya Tuhan. Mazmur sendiri memberikan strategi agar kita tetap menjaga Iman supaya tetap hidup. Pengajaran yang diberikan dimulai dari syukur dan seruan, iman dimulai dari keputusan bersyukur. Saat ini banyak sekali orang, menunggu masalah selesai baru bersyukur. Sedangkan mazmur mengajarkan : Bersyukur dulu baru melangkah. Orang yang bersyukur sedang melatih hatinya lebih mengenal Tuhan, bukan masalah hidup.
Iman seseorang lemah bukan karena Tuhan diam, tetapi karena umat berhenti menceritakan karya Tuhan. Relevansinya kita lebih cepat membagi masalah dalam hidup, sering mengeluh dari pada mengingat besarnya kebaikan Tuhan kepapda kita. Seseorang yang memiliki iman yang dangkal, ia hanya mencari solusi. Sedangkan seseorang memiliki Iman Dewasa ia selalu mencari wajah Tuhan. Banyak orang gagal bukan karena Tuhan berubah, melainkan karena banyak orang yang melupakan apa yang Tuhan pernah lakukan. Israel sering jatuh penyebabnya lupa. Begitu juga dengan kita, kita mudah goyah saat ingatan rohani benar-benar lenyap dari dalam kehidupan kita.
Rawat dengan baik memori Iman keluarga, Iman tidak mati karena masalah besar, melainkan Iman mati karena lupa perbuatan Tuhan. Iman yang mengingat, akan bertahan. Iman yang lupa akan runtuh. Keluarga yang kuat bukan tanpa masalah, tetapi keluarga yang mengingat karya Tuhan. Karya Tuhan harus di ingat bersama. Melihat kondisi keluarga yang serba sibuk karya Tuhan hampir lenyap. Keluarga fokus pada kebutuhan harian, sibuk kerja, sekolah, masalah rumah tangga, akhirnya cerita Iman jarang dibagikan. Amin





