Menjadi Saksi Allah Tritunggal (Matius 28 : 16 – 20)

Menjadi Saksi Allah Tritunggal (Matius 28 : 16 – 20)

Kita ingin mengikuti Tuhan, tetapi hati penuh pertanyaan. Kenapa demikian? karena kita percaya kepada Tuhan, tetapi masih ada banyak hal yang tidak kita mengerti. Ayat ini mengajarkan satu kebenaran yang tegas, perihal ketaatan kepada Tuhan tidak boleh bergantung pada pengertian kita. Lihat para murid yang datang ke galilea, mereka juga belum mengetahui masa depan mereka. Mereka masih membawa luka karena penyaliban Yesus, masih bergumul dengan ketakutan, dan masih memiliki banyak pertanyaan. Namun meskipun demikian mereka tetap memilih untuk berangkat.

Saat ini banyak sekali orang menginginkan Tuhan menjelaskan seluruh rencanaNya terlebih dahulu sebelum mereka taat. Tetapi murid menunjukkan hal yang berbeda. Mereka taat lebih dahulu baru kemudian Tuhan menyatakan kehendakNya. Inilah pergumulan banyak orang percaya saat ini, kita ingin Tuhan menunjukkan seluruh jalan hidup kita, bagaimana masa depan pekerjaan, bagaimana keadaan keluarga. Namun Tuhan tidak mencari orang yang mengetahui semua jawaban, tetapi Tuhan mencari orang yang tetap taat ketika belum semua Jawaban diberikan.

Jangan pernah menunda ketaatan sampai semua pertanyaan hidup terjawab. Jangan menunggu keadaan sempurna untuk berdoa, melayani, mengampuni atau mengikuti kehendak Tuhan. Dalam nats ini, para murid telah taat datang kepada Yesus, tetapi mereka masih bergumul dengan keraguan. Namun mereka tidak membiarkan keraguan itu menjauhkan mereka dari Tuhan. Mereka tetap berada dihadapan Yesus. Dan inilah bukti dari gambaran iman yang dewasa, iman yang tetap setia di tengah-tengah pergumulan.

Ketika mereka melihat Yesus yang bangkit, ada dua respons yang muncul secara bersamaan, pertama mereka menyembah karena percaya, kedua mereka masih bergumul karena belum sepenuhnya memahami apa yang sedang terjadi. Keadaan para murid sebenarnya sangat mirip dengan keadaan banyak orang percaya saat ini. Kita percaya Tuhan memelihara hidup kita, tetapi ketika ekonomi sulit, kita tetap khawatir. Kita percaya Tuhan mengasihi kita tetapi ketika doa belum dijawab kita mulai bertanya-tanya. Disini para murid bukan sedang memilih antara percaya atau tidak percaya. Melainkan mereka sedang berjuang untuk mempercayai Tuhan yang jauh lebih besar dari pada pengalaman dan logika mereka.

Para murid bukanlah orang yang sempurna. Mereka datang kepada Yesus dengan ketaatan dan juga dengan pergumulan. Diantara mereka juga masih ada yang ragu-ragu namun Tuhan tidak menolak mereka. Justru kepada orang-orang seperti itulah Yesus mempercayakan amanat agung. Tuhan tidak pernah menunggu kita menjadi sempurna. Tuhan memanggil kita untuk datang kepadaNya serta setia menjalankan tugasnya menjadi saksi Allah. Karena itu, mari kita mengingat bahwa kita bukan hanya umat yang datang beribadah, melainkan umat yang diutus. Kita dipanggil untuk menjadi saksi Allah, dan kiranya setiap orang yang melihat hidup kita dapat mengenal kasih Bapa dalam hidupnya. Amin.

Scroll to Top