Ragam Karunia Dalam Satu Roh (1 Korint 12 : 3 – 11)

Dunia terus mendorong manusia untuk percaya bahwa kekuatan utama ada pada diri sendiri. Kemajuan teknologi, pendidikan, uang, jabatan dan pencapaian membuat manusia merasa bisa mengendalikan hidup tanpa bantuan siapapun. Sehingga sedikit demi sedikit manusia mulai merasa saya bisa sendiri. Pertanyaannya kenapa kalimat ini bisa muncul? Ketika seseorang berhasil, mampu menyelesaikan masalah, memiliki uang, serta pendidikan ia mulai merasa hidup ada di dalam kendalinya sendiri. Sehingga hati manusia perlahan bergeser dari Tuhan menolong saya, menjadi semua ini karena saya. Akibatnya manusia diajar untuk mengandalkan diri sendiri dari pada mengandalkan Tuhan.

Manusia di zaman modern sangat terbiasa dengan hal-hal yang instan. Sedikit demi sedikit manusia terbiasa merasa mampu mengatasi semua hal. Namun ketika menghadapi hal yang tidak bisa dikendalikan, seperti penyakit, kematian barulah manusia sadar bahwa dirinya terbatas. Manusia sering sekali lupa, manusia sering menikmati berbagai hasil tetapi lupa terhadap sumbernya. Firman ini bukan melarang manusia untuk bekerja keras, tetapi firman ini memberikan pengetahuan supaya manusia jangan sampai lupa kepada Tuhan karena sebuah keberhasilan dalam hidup. Fakta saat ini yang terjadi keberhasilan sering memberi ilusi control kepada hidup.

Dalam Nats ini Paulus melihat jemaat Korintus mulai salah arah. Jemaat memiliki banyak karunia, tetapi semua yang dimiliki dipakai untuk membandingkan diri, mencari pengakuan dan merasa lebih rohani. Akibatnya mulai muncul kesombongan, orang yang pintar bisa mulai merasa lebih tinggi, orang yang berhasil dalam pekerjaan merasa dirinya paling mampu. Bahkan dalam pelayanan gereja, seseorang bisa merasa dirinya paling dipakai Tuhan karena mereka memiliki kemampuan tertentu dalam melayani.Padahal Alkitab menegaskan bahwa semuanya itu adalah pemberian Tuhan.

Hal yang paling berbahaya, karunia yang seharusnya mendekatkan manusia kepada Tuhan, justru bisa membuat manusia jauh dari Tuhan karena hidupnya salah arah. Perlu untuk diingatkan, karunia diberikan untuk kepentingan bersama. Artinya kemampuan yang Tuhan beri bukan hanya untuk diri sendiri. Seseorang diberi hikmat, dipanggil untuk menolong orang lain dengan hikmatnya, orang yang diberi kemampuan mengajar dipanggil untuk membangun iman sesama. Orang yang diberi kekuatan ekonomi dipanggil untuk menjadi berkat. Jadi tujuan karunia bukan supaya manusia dipuji, melainkan supaya orang lain mengalami kasih Tuhan melalui hidupnya.

Pemahaman seperti ini membuat manusia tidak mudah sombong saat berhasil. Dan tujuan dari pengajaran Pauluspun supaya manusia menyadari dan memahaminya bahwa hidup, kemampuan dan karunia yang dimilikinya semua berasal dari Tuhan, dan semua itu harus dipakai utuk melayani, membangun sesama serta memuliakan Tuhan. Orang percaya tidak boleh merasa paling hebat, Tuhan memberi karunia yang berbeda-beda supaya manusia belajar hidup bersama, saling membutuhkan, dan bersama-sama menghadirkan kasih Tuhan didunia.  Amin.

Scroll to Top