Tuhan Melakukan Perbuatan Besar bagi UmatNya ( Keluaran 14 : 19 – 31 )

Tuhan Melakukan Perbuatan Besar bagi UmatNya (Keluaran 14 : 19 – 31)

Ada sesuatu yang sangat menarik dalam kisah Keluaran 14: Israel mengalami pertolongan Tuhan bukan karena mereka menemukan jalan keluar, tetapi karena Tuhan sendiri membuka jalan ketika mereka tidak mempunyai jalan. Di depan mereka ada laut, di belakang mereka ada pasukan Mesir. Secara manusia, mereka terjepit dan tidak berdaya. Tetapi ketika manusia melihat jalan buntu, Tuhan melihat jalan yang belum terbuka. Tuhan berjalan di depan umat-Nya melalui tiang awan dan tiang api, melindungi mereka dari musuh, membelah laut, dan membawa mereka berjalan di tengah-tengah laut di tempat yang kering. Inilah perbuatan besar Tuhan: ketika manusia tidak mampu membuka jalan, Tuhan sanggup membuat jalan. Karena itu, iman bukan hanya kemampuan untuk melihat mujizat setelah terjadi, tetapi kemampuan untuk percaya bahwa Tuhan tetap bekerja bahkan ketika jalan keluar belum kelihatan.

Namun, kisah ini juga mengajarkan bahwa perbuatan besar Tuhan tidak boleh berhenti pada kekaguman terhadap mujizat. Israel harus belajar melihat siapa yang sebenarnya bertindak. Laut itu tidak terbelah karena kehebatan Musa; bangsa itu tidak diselamatkan karena kekuatan mereka sendiri. Tuhanlah yang berperang bagi mereka. Karena itu, setelah mereka melihat perbuatan besar Tuhan, respons mereka bukan kesombongan, melainkan takut akan Tuhan dan percaya kepada Tuhan serta kepada Musa, hamba-Nya (ay. 31). Inilah bahaya manusia: ketika berhasil melewati laut, kita mudah berkata, “Lihat apa yang sudah saya lakukan.” Padahal iman mengajak kita berkata, “Lihat apa yang Tuhan telah lakukan bagi saya.” Jangan sampai kita begitu sibuk menghitung keberhasilan kita sehingga lupa menghitung kebaikan Tuhan. Semakin jelas kita melihat tangan Tuhan dalam perjalanan hidup kita, seharusnya semakin kecil ruang bagi kesombongan dan semakin besar ruang bagi syukur.

Karena itu, jangan mengukur kebesaran Tuhan hanya dari seberapa cepat Tuhan mengubah keadaanmu. Ukurlah juga dari seberapa dalam Tuhan membentuk dirimu ketika melewati keadaan itu. Israel tidak hanya dibawa keluar dari Mesir; mereka sedang dibentuk menjadi umat yang belajar percaya kepada Tuhan. Laut Teberau bukan hanya tempat mereka melihat kuasa Tuhan, tetapi juga tempat mereka belajar bahwa hidup mereka berada di tangan Tuhan. Ada kalanya Tuhan membelah “laut” di depan kita; tetapi ada kalanya Tuhan terlebih dahulu mengubah hati kita supaya kita tetap percaya ketika laut itu belum terbelah. Perbuatan besar Tuhan bukan hanya ketika keadaan berubah, tetapi juga ketika hati kita tetap percaya, tetap berharap, tetap berjalan, dan tetap setia karena kita tahu siapa yang menyertai kita.

Maka iman yang matang tidak berhenti pada pertanyaan, “Apa yang Tuhan bisa lakukan untuk saya?” Iman bergerak lebih jauh kepada pertanyaan, “Setelah Tuhan melakukan perbuatan besar bagi saya, apa yang Tuhan mau lakukan melalui hidup saya?” Israel yang telah melihat keselamatan Tuhan dipanggil untuk terus berjalan sebagai umat-Nya. Demikian juga kita: karena Tuhan telah melakukan perbuatan besar bagi kita, hidup kita tidak lagi berpusat pada diri sendiri, tetapi menjadi kesaksian tentang kebaikan-Nya. Jangan hanya ingat bahwa kita pernah melewati laut; ingatlah siapa yang membuka jalan. Jangan hanya menghitung apa yang telah kita capai; hitunglah juga berapa banyak Tuhan menopang kita. Sebab orang yang sungguh-sungguh menyadari perbuatan besar Tuhan tidak akan semakin besar di hadapan Tuhan, tetapi semakin rendah hati, semakin bersyukur, semakin percaya, dan semakin bersedia dipakai Tuhan. Amin.

Scroll to Top